Jumat, 23 September 2016

Pertemuan Para Menteri Bahas Formasi CPNS 22 September 2016

Panselnas Menpan CPNS ~ Beberapa Menteri berkumpul untuk membahas perekrutan CPNS 2016 baik itu info penerimaan CPNS maupun formasi CPNS, adapun Menteri yang turut hadir saat pertemuan berlangsung 22 September 2016 diantaranya adalah MenPAN-RB, Mendikbud, Menkes, Mentan, perwakilan Kemenkeu, Kementerian Hukum HAM, Sesma BKN, dan pejabat lainnya.

Pertemuan diadakan di Kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi (Kemenpan-RB) dengan beberapa bahasan yang lebih utama pada formasi yang bakal dibuka dalam penerimaan CPNS 2016 yang akan segera berlangsung.

formasi cpns 2016

Poin pertama yang dibahas adalah formasi bidan dan dokter PTT, untuk CPNS Bidan PTT sendiri akan diselesaikan segera setelah demo yang telah berlangsung, agar nantinya tidak akan ada penundaan pengumuman CPNS Bidan PTT lagi.

Selain itu dalam pertemuan itu juga dibahas terkait penerimaan CPNS lainnya yakni guru 3T, penyuluh, enkripsi, dan lainnya. Guru 3T sama halnya dengan bidan PTT tengah dalam proses pengumuman. Tak beda jauh dengan tenaga penyuluh yang telah berlangsung juga.

Nah yang tampaknya mendapatkan perhatian khusus adalah jalur pelamar umum yang dalam kesempatan itu lebih diperinci kepada kebutuhan dimasing-masing daerah untuk menentukan berapa banyak formasi yang akan dibuka oleh masing-masing daerah, selengkapnay cek Info CPNS 2016 terbaru.

Desakan terus berlangsung terutama oleh bidan PTT yang segera ingin tahu pengumuman kelulusan tes CPNS yang sudah dilaksanakan beberapa waktu lalu. Melalui jalur unjuk rasa bidan desa hari ketiga yang dilakukan pada 22 September 2016 lalu di depan Kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) harus diwarnai dengan kejadian tragis.

Hal ini diawali dengan desakan bidan PTT yang berusaha merangsek masuk ke Kantor Kemenpan-RB namun dihalang-halangi polisi dengan ambil tindakan, dikabarkan bahwa ada‎ bidan desa yang kena pukulan polisi hingga pingsan.

Kejadian itu menyulut emosi para pendemo bidan PTT yang harus berbuntut dengan jatuh korban akibat berani melawan aparat, seorang bidan desa yang tengah hamil kena tendangan polisi dan mengalami pendarahan.

Situasi akhirnya berhasil dikendalikan beberapa saat setelah pihak KemenPAN-RB memberikan kesempatan kepada para pengurus untuk dialog dengan MenPAN-RB membahas gugatan yang diajukan terkait dengan CPNS bidan PTT tepatnya pengumuman kelulusan Bidan PTT.

Dan pertemuan yang dilakukan di Kantor Menpan dengan anggota berasal MenPAN-RB, Mendikbud, Menkes, Mentan, perwakilan Kemenkeu, Kementerian Hukum HAM, Sesma BKN, dan pejabat lainnya merupakan salah satu buntut dari tuntutan dalam demo tersebut.

Beralih ke pendapat yang diajukan oleh Kemdikbud sewaktu pertemuan yakni mengenai lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Guru Garis Depan (GGD) hingga 31 Agustus 2016 lalu yang memang diutamakan. Namun sayang penyelenggaraannya tak mencapai target karena dari total yang dibutuhkan 7000 orang namun hanya 6.491 orang yang menyelesaikan proses lamaran dan mendapat nomor ujian.

Jika menurut standar seleksi CPNS maka harus ditentukan passing grade atau nilai kelulusan untuk tes CPNS yang diadakan, nah jika benar itu yang menjadi prosedur maka sebagian dari jumlah guru GGD yang tak mencapai target itu harus gagal jadi PNS.

Dalam pertemuan juga dibahas mengenai prosedur kelulusan apakah nantinya kelulusan menggunakan passing grade atau secara otomatis diterima semuanya karena memang Guru GGD merupakan jalur khusus yang termasuk dalam pengecualian yang kebutuhannya harus segera dipenuhi.

Berdasarkan pengumuman tentang Penerimaan CPNS GGD Kemendikbud Tahun 2016 disebutkan, selain persyaratan umum untuk melamar ada pula persyaratan khusus yang harus dilakukan yaitu pelamar merupakan lulusan Program Profesi Guru (PPG) pasca Program Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM-3T), PPG S1 PGSD Berasrama, PPG SMK Kolaboratif, PPG Basic Science, dan PPGT.

Selain itu, pelamar bersedia ditempatkan di satu dari 93 kabupaten daerah khusus (3T dan Terpencil) minimal 5 tahun atau sesuai dengan ketetapan di daerah masing-masing. Untuk info lebih lanjut tentang CPNS GGD cek di Pengumuman CPNS GGD 2016.

Beralih ke CPNS Pertanian untuk tenaga harian lepas, saat ini sudah dilaksanakan Penandatangan Nota Kesepahaman (Mou) dari Kementrian Pertanian kepada 449 Bupati/Walikota soal pelaksanaan pengadaan CPNS Penyuluh Pertanian merupakan tindak lanjut pertemuan sosialisasi pengangkatan CPNS dari THL-TB Penyuluh Pertanian yang berlangsung di Auditorium Gedung F Kantor Pusat..

Seperti diketahui bahwa Mou antara Menteri Pertanian dengan Bupati/Walikota ini merupakan tindak lanjut dari Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor : B/2462/M.PAN.RB/07/2016, tanggal 14 Juli 2016, tentang Usulan Formasi Kebutuhan PNS Penyuluhan Pertanian dari Pelamar THL-TB Penyuluh Pertanian.

Kepala BKN Pusat, Bima Haria Wibisana menyatakan bahwa formasi yang disediakan Kementerian PAN-RB adalah 7684 orang. Pengangkatan CPNS Penyuluh Pertanian dari THL-TB Penyuluh Pertanian merupakan upaya yang diakuinya sudah diperjuangkan sejak lama.

Informasi yang berhasil dihimpun, bagi THL-TB Penyuluh Pertanian yang berusia diatas 35 tahun diarahkan untuk diangkat melalui jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, Pasal 46 ayat 4 dan Permentan No. 72 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Formasi Jabatan Fungsional Penyulu Pertanian, yang menyebutkan bahwa paling sedikit dibutuhkan satu orang penyuluh dalam satu desa potensi pertanian.

Keberadaan Penyuluh Pertanian sangat vital dalam mengawal dan mendampingi petani guna memastikan penerapan teknologi maju yang direkomendasikan, penumbuhan dan pengembangan kelembagaan petani, membangun kemitraan dengan pelaku usaha, akses terhadap modal, prasarana dan sarana pertanian serta pasar, sehingga bermuara pada peningkatan produktivitas dan produksi sebelas komoditas pangan strategis nasional, yaitu padi, jagung, kedelai, tebu, daging sapi, aneka cabai, bawang merah, kakao, kelapa sawit, karet dan kopi.

Untuk itu Kementerian Pertanian mengusulkan kepada Menteri PAN-RB guna peningkatan status kepegawaian 7.684 orang THL-TB Penyuluh PErtanian yang berusia max 35 tahun, untuk menjadi CPNS Penyuluh Pertanian.

Seleksi CPNS Penyuluh Pertanian ini khusus diperuntukkan bagi THL-TB Penyuluh Pertanian yang direkrut tahun 2007, 2008 dan 2009 dengan keputusan Menteri Pertanian Nomor, 117/KPTS/KP.100/2/2016 dan No. 392/KPTS/KP.100/6/2016.

Diharapkan dengan adanya pengangkatan CPNS Penyuluh Pertanian dari Pelamar THL TB Penyuluh Pertanian akan mengisi kekurangan jumalah Penyuluh Pertanian di Lapangan sehingga dapat meningkatkan capaian kinerja Kementerian Pertanian.

Dan untuk keputusan dari Pertemuan Para Menteri Bahas Formasi CPNS 22 September 2016 belum bisa dipublikasikan hingga batas waktu yang belum ditentukan, atau nantinya akan diberitahukan melalui website resmi di instansi yang terkait yakni MenPAN-RB di Menpan.go.id, Mendikbud di kemdikbud.go.id, Menkes di Ropeg Kemenkes di ropeg.kemkes.go.id, Mentan di pertanian.go.id atau lihat Formasi CPNS 2016 Lengkap. >> Info CPNS

Pertemuan Para Menteri Bahas Formasi CPNS 22 September 2016 Rating: 4.5 Diposkan Oleh: CPNS Guru